Rokok dan kemiskinan menjadi
topik hangat akhir-akhir ini. Fakta bahwa rokok menjadi penyumbang pengeluaran
penduduk terbesar kedua setelah beras menjadikan perkara tersebut semakin
menarik. Lantas benarkah jika berhenti merokok berhenti miskin?
Berdasarkan rilis berita
resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu awal Januari 2016 yang
lalu, dengan garis kemiskinan sebesar Rp 410.840, persentase jumlah penduduk
miskin di Bengkulu September 2015 sebesar 17,16 persen. Jumlah tersebut
meningkat year on year sebesar 0,07
persen dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin September 2014 sebesar 17,09
persen. Angka tersebut pula yang membawa Bengkulu berada di urutan keenam
sebagai provinsi termiskin secara nasonal dan urutan pertama se-Sumatera.
Meskipun sejatinya, ada penurunan jumlah penduduk miskin selama kurun waktu
lima tahun terakhir.


