Tidak dapat dikilah,
lebih dari separuh penduduk yang bekerja di negeri ini merajut asa di sektor
pertanian. Tidak terkecuali di Bengkulu. Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja
Nasional (Sakernas) terkini, setidaknya 50,61 persen pekerja di Bengkulu adalah
petani. Umumnya, para petani ini tinggal di wilayah pedesaan yang jauh dari
kesan berkemajuan. Merekalah yang hujan kepanasan, panas kehujanan, berjibaku
menyediakan kebutuhan dasar perut manusia perkotaan. Sangat naif, jika kita tak
sengaja melupakan nasib para petani.
Vitalnya peran sektor
pertanian tergambar pula dari kontribusinya terhadap Pendapatan Domestik
Regional Bruto (PDRB) di Bengkulu. Pada tahun 2015 saja, kontribusi sektor
pertanian terhadap PDRB tidak kurang dari 30 persen. Bahkan, angka tersebut dua
kali lipat lebih tinggi dari sektor perdagangan dan reparasi yang menempati
posisi dua kontributor terbesar terhadap PDRB. Fakta tersebut jelas membuka
mata kita bahwa melupakan petani adalah sebuah kekeliruan.
