"Perubahan itu perlu. Menjadi lebih baik adalah cita-cita mulia. Mari bersama memperbaiki diri, baik sebagai hamba Allah, sebagai Anak, sebagai Suami, sebagai Istri, sebagai Orang Tua atau pun sebagai Aparatur. Berubah menjadi lebih baik itu bukan sebuah hukuman. Justru sebuah berkah untuk kehidupan yang lebih berkualitas"

Minggu, 19 Maret 2017

Berhenti Merokok, Berhenti Miskin?

Rokok dan kemiskinan menjadi topik hangat akhir-akhir ini. Fakta bahwa rokok menjadi penyumbang pengeluaran penduduk terbesar kedua setelah beras menjadikan perkara tersebut semakin menarik. Lantas benarkah jika berhenti merokok berhenti miskin?

Berdasarkan rilis berita resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu awal Januari 2016 yang lalu, dengan garis kemiskinan sebesar Rp 410.840, persentase jumlah penduduk miskin di Bengkulu September 2015 sebesar 17,16 persen. Jumlah tersebut meningkat year on year  sebesar 0,07 persen dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin September 2014 sebesar 17,09 persen. Angka tersebut pula yang membawa Bengkulu berada di urutan keenam sebagai provinsi termiskin secara nasonal dan urutan pertama se-Sumatera. Meskipun sejatinya, ada penurunan jumlah penduduk miskin selama kurun waktu lima tahun terakhir.

Sabtu, 18 Maret 2017

Nurani, Korupsi dan Kemiskinan

Bukan rahasia jika birokrasi di negara ini dikenal tambun sehingga bergerak lamban. Struktur birokrasi yang panjang berliku membuat urusan tidak pernah berjalan mudah. Perbaikan birokrasi yang menjadi salah satu cita-cita reformasi terdahulu seakan tak sebanding dengan waktu yang telah dihabiskan. Rakyat masih saja disugguhi kesukaran. Bukan hanya dipusingkan dengan liku-liku birokrasi, tetapi juga acapkali menemui aparatur yang lebih mirip ‘raja’ ketimbang pelayan.

Memaknai Pertumbuhan Ekonomi

Tidak mudah memaknai indikator yang satu ini. Indikator yang acapkali disebut-sebut dalam setiap kesempatan diskusi seputar ekonomi makro. Indikator yang dianggap sebagai barometer utama pengukur geliat aktivitas ekonomi pada wilayah regional tertentu. Indikator ini pula yang diyakini mampu merefleksikan capaian kinerja pembangunan ekonomi para pengambil kebijakan. Ya, dialah pertumbuhan ekonomi, yang dalam suatu kesempatan dapat menjadi pedang bermata dua bagi pelaksana amanah rakyat.